Muak Nyetir

Standard

Aku merasa…….

Hidup di Bandung setelah aku balik dari Belanda…mesti nyetir tiap hari…bikin energi positif dan keceriaan aku berkurang drastis. Capeeeek banget. Secara fisik mungkin ngga terlalu, tapi nyetir tuh bikin emosi banget deh. Bikin capek mental. Kayaknya semakin lama aku ada di kota ini, aku makin cepet tua.

Kemarin kepikiran pas lagi nyetir (jelas2 saking buteknya karena macet)….sebenernya total aku ngabisin waktu di jalanan selama ini berapa lama sih?

Rata2 setiap kali aku ke kantor 1,5 jam. Pulangnya juga sama. Jadi sehari aku abisin ngamuk2 nyetir di jalan 3 jam. Setiap hari kerja berarti seminggu 5×3 jam= 15 jam. Sebulan 60 jam, setahun 12X60 jam = 720 jam/tahun. Dan aku selalu ngabisin waktu di jalanan Bandung sejak jaman SMP ampe sekarang (minus waktu pas di Belanda 2 tahun) berarti kurang lebih sekitar 13 tahun jadi pengguna angkot+pengemudi mobil….ditotal= 9360 jam dalam hidup aku selama 27 tahun udah terbuang percuma. Ini baru pas lagi Weekday. Belum kalau macet pas Weekend. Huhuhuhu…

Pantesan waktu pas di Belanda dulu rasanya waktu aku banyak banget. Ngga capek di jalan sih. Apa ngekos ide yang bagus? mengingat rumah aku di Bandung, berarti pengeluaran jadi double seandainya aku ngekos deket tempat kerja. Kalau seandainya jalanan lancar…aku cuma butuh 15 menit naik mobil dari rumah ke kantor.

Aku berharap aku bisa melakukan sesuatu yang bisa mengubah transportasi publik di Bandung. Bus beneran harus dibuat beroperasi. Jalanan di Eropa jauh lebih kecil, tapi bus bisa masuk. Di Bandung mestinya juga bisa. Tapi masalahnya…kendaraan pribadi yang udah terlanjur banyak… mesti dikemanakan?

Mobil sekarang banyak banget yang platnya aneh2 B, T, F, Z kemungkinan ini supir2 ojek onlinel (ojol). Ojol membantu sih..tapi kadang nyetirnya ada juga yang kayak angkot, juga suka serampangan ngga jelas. Motor2 lebih geuleuh lagi. Meski ada yang patuh lalu lintas tapi tidak seikit juga pengendara motor yang ngga jelas. Kasih lampu sen ke kanan tapi terus menukik ke kiri (mau ibu2 atau bapak2). Melintasi taman/trotoar pembatas jalan untuk putar balik (fenomena ini akan sering anda lihat di jalan Laswi dan Jalan Kiara Condong Bandung). Udah mah anak2 SMP, SMA boleh pada boleh berkendara ntah dengan SIM macam apa, ngegunain motor gak jelas yg dimodif, ugal2an dan biasanya tanpa plat polisi. Udah gitu saking banyaknya motor ,mereka selalu berkendara ngagokin satu-sama lain dan juga mobil.

Seandainya semua pengguna mobil, motor itu bisa masuk aja di banyak Armada Bus..jalanan Bandung pasti jadi lengang banget. Dan akupun pasti dengan senang hati akan naik bus tiap hari. Atleast waktu aku selama perjalanan bisa dipake buat baca buku.

Tapi tetep masalahnya…apa yang bisa membuat orang meninggalkan kendaraan pribadinya? Regulasi dan pajak yang tinggi?? kalau bener….nanti limbah dari mobil dan motor rongsok dikemanain? di press? Di daur ulang? Hmmm…

Angan-angankah? semoga bisa segera terjadi..aamiin

Advertisements

Pengalaman membuat SKCK 2019

Standard

Halo aku muncul lagi..hahaha. Tahunย  2019 ini pokoknya aku harus ganti pekerjaan. Oleh karena itu aku lagi sibuk melamar ke beberapa tempat kerja dan salah satu persyaratan melamar kerja yang dibutuhkan adalah SKCK.

Sebenernya kalau dihitung dengan yang sekarang ini, jumlah SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang pernah aku buat di Polrestabes Bandung adalah 3 lembar! hahaha. Dan meski udah berkali2 kesana tetep aja nggak familiar.

Jadi aku bakalan bagi-bagi info terbaru yang baru aku dapatkan dari pengalaman ngantri barusan.. ๐Ÿ˜€

Persyaratan untuk membuat SKCK Baru Perlu:

  1. FotoCopy (FC) KTP (Surat keterangan kalau KTP hilang atau bukan domisili kota Bandung)
  2. FC Akte Kelahiran
  3. FC Kartu Keluarga
  4. Pas Foto terbaru 4×6: 4 lembar
  5. Data Rekam Sidik Jari—> (Info: dilakukan langsung disana, tapi sebenarnya kalau sudah punya SKCK lama di polrestabes dengan data sidik jari, tidak perlu melakukan ini lagi. Dan info ini tidak tercantum dimanapun..haha)
  6. FC Paspor )Khusus yang mau ke LN)

Untuk Perpanjangan SKCK:

  1. SKCK Asli/ FC yang dilegalisir
  2. FC KTP
  3. Pas Foto terbaru 4×6: 4 lembar

Untuk Perpanjangan SKCK ditulis bahwa hanya untuk SKCK yang kadaluarsa < 1 tahun. Kalau sudah lebih dari itu syaratnya sama seperti yang baru……

Nah, jebakan Betmennya adalah untuk poin perpanjangan SKCK dan Poin 5. pembuatan SKCK baru. Kenapa? Aku kasih tau…

Kalau anda sudah memiliki SKCK lama dari Polrestabes (meski sudah lebih dari 1 tahun), tetap dibawa saja karena dapat digunakan sebagai data rekam sidik jari”

Dengan demikian anda tidak perlu melakukan poin 5, perekaman sidik jari lagi di Polrestabes. Hemat waktu dan uang deh karena anda tidak perlu beli formulir rekam sidik jari di Fotocopy (Rp. 1000) dan tidak perlu ngantri di perekaman sidik jari.

Aku barusan udah nungguin ngantri lumayan lama di perekaman sidik jari, dan melakukan cap 10 sidik jari!! (Jari item2 gajelas gitu deh..haha). Tapi ujung-ujungnya bapak pegawai disitu malah bilang “loh klo udah punya SKCK lama ngga perlu rekam sidik jari lagi” Yeeh..ahahaha <— salah sendiri ngga lebih banyak nanya2..hahaha.

Jadi ingat2 ya! meskipun SKCK udah kadaluarsa, tetap bawa aja biar ga perlu rekam sidik jari lagi! OK!? Jangan kayak aku..hahaha XD

Daaaaan hal payah yang aku lakukan tadi adalah, ngga langsung ambil nomer antrian. Aku ngga terlalu paham gimana cara kerja antrian SKCK saat ini. Karena terakhir kali kesana waktu tahun 2011 dan 2014 kayak pembuatan SKCK lancar2 aja dan cepat. Hampir tidak ada antrian yang mengular maupun nomer antrian. Makanya begitu aku datang, baca persyaratan aku langsung menuju tempat rekam sidik jari….tanpa nanya ke loket informasi terlebih dahulu! hahaha ini kesalahan! Jangan terintimidasi dengan orang2 yang ngantri berdiri.. Aku pikir mereka lagi pada antri buat mendaftar…ternyata mereka2 sudah pada punya nomer antrian. Dan cara untuk dapat nomer antrian adalah ke loket informasi itu dulu!

Kenapa ini penting? karena ternyata SKCK cuma rilis 150 nomer antrian tiap harinya. Jam 8 pendaftaran dibuka, sekitar jam setengah 10 nomer sudah habis. Alhamdulillah barusan meskipun aku bengong-bengong bego karena ngga paham apa-apa, masih kebagian nomer antrian 124…hahaha

Okey jadi aku rangkum ya Cara membuat SKCK di Polrestabes Bandung.

  1. Bawa Persyaratan Lengkap ke Polrestabes Bandung
  2. Ambil Nomer antrian di Loket Informasi dan formulir lembar pertanyaan
  3. Tanya apa perlu melakukan Rekam Sidik Jari lagi –> kalau perlu ke no.4 kalau tidak (Tunjukan SKCK yang lama kalau ada) langsung ke no.5
  4. Melakukan Rekam Sidik Jari (Beli formulir Rp. 1000 di tukang fotocopy)
  5. Kembali lagi ke loket awal untuk menunggu nomer antrian pendaftaran
  6. Membayar biaya administrasi Rp.30.000 tunai
  7. Mendapat bukti untuk pengambilan SKCK

Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian SKCK beragam..hahaha. List info:

  • Teman aku selesai hanya dalam waktu 10 menit waktu itu…mungkin karena dia anak yang sholeh dan sedang sangat beruntung..hahaha (padahal katanya waktu itu ngga ada nomer antrian dan orangnya banyak banget).
  • Kalau lagi sepi bisa selesai diambil siang di hari yang sama sekitar jam 2-4 sore (seingat aku dulu tahun 2014 juga gini)
  • Kalau lagi rame.. baru bisa diambil besoknya (Aku kebagian yang ini..haha).

Kalau anda butuh SKCK dalam waktu cepat sebaiknya segera antri dari pagi atau sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Alasannya ya…karena jumlah antriannya terbatas. Kalau sudah terlewat, anda mesti datang lagi untuk mendaftar besoknya…kan sayang jadi mesti bolak-balik ๐Ÿ˜ฆ

Yah begitulah ceritanya…semoga ntah gimana pengalaman random ini bisa membantu kalian yang membaca..hehe. Cheers! -Lini-

 

The March of Black Queen

Standard
Songwriters: Freddie Mercury
The March of the Black Queen lyrics ยฉ Sony/ATV Music Publishing LLC
Do you mean it do you mean it do you mean it
Why don’t you mean it why do I follow you
And where do you go?
Ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah
You’ve never seen nothing like it
No never in your life
Like going up to heaven
And then coming back alive
Let me tell you all about it
Oooh give me a little time to choose
Water babies singing in a lily pool delight
Blue powder monkeys praying in the dead of night
Here comes the Black Queen poking in the pile
Fi fo the Black Queen marching single file
Take this take that bring them down to size
March to the Black Queen
Put them in the cellar with the naughty boys
Little nigger sugar then a rub-a-dub-a-baby oil
Black on black on every finger nail and toe
We’ve only begun – begun
Make this make that keep making all that noise
Ooh march to the Black Queen
Now I’ve got a belly full
You can be my sugar baby
You can be my honey chile
A voice from behind me reminds me
Spread out your wings you are an angel
Remember to deliver with the speed of light
A little bit of love and joy
Everything you do bears a will
And a why and a wherefore
A little bit of love and joy
In each and every soul lies a man
And very soon he’ll deceive and discover
But even to the end of his life
He’ll bring a little love
Ah ah ah ah ah
I reign with my left hand I rule with my right
I’m lord of all darkness I’m queen of the night
I’ve got the power now to do
The march of the Black Queen
My life is in your hands I’ll fo and I’ll fie
I’ll be what you make me I’ll do what you like
I’ll be a bad boy I’ll be your bad boy
I’ll do the march of the Black Queen
Ah ah ah ah ah
Walking true to style she’s vulgar abuse and vile
The Black Queen tattoos all her pies
She boils and she bakes
And she never dots her I’s
La la la la la la la la la la la la
La la la la la
Forget your sing a-longs and your lullabies
Surrender to the city of the fireflies
Dance to the devil in beat with the band
To hell with all of you hand in hand
But now it’s time to be gone
La la la la forever forever
Ah ah ah ah ah

Kumorizora

Standard

Kumorizora

Sumber: http://www.roran.dk/yuming/hgumor.html

Lyrics: ARAI Yumi
Music: ARAI Yumi
Arrangement: ARAI Yumi, Caramel Mama
Romanization: Per M JENSEN

Ni-kai no mado wo akehanashitara
Kiri ga heya made nagaretekisou
Yasashii ame ga futte kuru no wo
Zutto bon'yari matte ita no yo

Kinou wa kumorizora
Kitto sono sei kashira
Kinou wa kumorizora
Soto ni detakunakatta no

Kimagure datte   okoranai de ne
Hon'ki de suki ni narisou dakara
Yakusoku dake wa ki ni shiteta kedo
Kyuu ni yabutte mitakunatta no

Kinou wa kumorizora
Kitto sono sei kashira
Kinou wa kumorizora
Soto ni detakunakatta no
Kinou wa kumorizora
Kitto sono sei kashira
Kinou wa kumorizora
Soto ni detakunakatta no

Ame no Machi wo-้›จใฎ่ก—ใ‚’ (City of Rain)

Standard

้›จใฎ่ก—ใ‚’ย 

By: Yumi Arai

ๅคœๆ˜Žใ‘ใฎ้›จใฏใƒŸใƒซใ‚ฏ่‰ฒ ้™ใ‹ใช่ก—ใซ
ใ•ใ•ใ‚„ใใชใŒใ‚‰ ้™ใ‚Šใฆๆฅใ‚‹ ๅฆ–็ฒพใŸใกใ‚ˆ

่ชฐใ‹ใ‚„ใ•ใ—ใใ‚ใŸใ—ใฎ่‚ฉใ‚’ๆŠฑใ„ใฆใใ‚ŒใŸใ‚‰
ใฉใ“ใพใงใ‚‚้ ใ„ใจใ“ใ‚ใธ ๆญฉใ„ใฆใ‚†ใ‘ใใ†

ๅบญใซๅ’ฒใ„ใฆใ‚‹ใ‚ณใ‚นใƒขใ‚นใซ ๅฃใฅใ‘ใ‚’ใ—ใฆ
ๅžฃๆ นใฎๆœจๆˆธใฎ้ตใ‚’ใ‚ใ‘ ่กจใซๅ‡บใŸใ‚‰

ใ‚ใชใŸใฎๅฎถใพใงใ™ใใซใŠใฏใ‚ˆใ†ใ‚’่จ€ใ„ใซใ‚†ใ“ใ†
ใฉใ“ใพใงใ‚‚้ ใ„ใจใ“ใ‚ใธ ๆญฉใ„ใฆใ‚†ใ‘ใใ†
ใ‚‚ใฃใจ

ๅคœๆ˜Žใ‘ใฎ็ฉบใฏใƒ–ใƒ‰ใ‚ฆ่‰ฒ ่ก—ใฎใ‚ใ‹ใ‚Šใ‚’
ใฒใจใคใฒใจใคๆถˆใ—ใฆใ„ใ ้ญ”ๆณ•ใคใ‹ใ„ใ‚ˆ

ใ„ใคใ‹็œ ใ„็›ฎใ‚’ใ•ใพใ— ใ“ใ‚“ใชๆœใŒๆฅใฆใŸใ‚‰
ใฉใ“ใพใงใ‚‚้ ใ„ใจใ“ใ‚ใธๆญฉใ„ใฆใ‚†ใ‘ใใ†ใ‚ˆ

่ชฐใ‹ใ‚„ใ•ใ—ใใ‚ใŸใ—ใฎ่‚ฉใ‚’ๆŠฑใ„ใฆใใ‚ŒใŸใ‚‰
ใฉใ“ใพใงใ‚‚้ ใ„ใจใ“ใ‚ใธ ๆญฉใ„ใฆใ‚†ใ‘ใใ†

่ชฐใ‹ใ‚„ใ•ใ—ใใ‚ใŸใ—ใฎ่‚ฉใ‚’ๆŠฑใ„ใฆใใ‚ŒใŸใ‚‰
ใฉใ“ใพใงใ‚‚้ ใ„ใจใ“ใ‚ใธ ๆญฉใ„ใฆใ‚†ใ‘ใใ†

Continue reading

Aku, Islam dan Eropa Part 2

Standard

Wuiiih parah banget, ternyata aku nulis soal tema ini udah setahun yang lalu..hahaha.

Okay ini lanjutannya. Bagaimanakah pengalamanku sebagai orang muslim berada di Eropa dan harus menunaikan ibadah sholat wajib 5 waktu?

Mari kita mulai dari pengalaman di kampus WUR. Aku selama di Eropa mungkin sering kesulitan untuk sholat sehingga akhirnya selalu menjamak sholat Dzuhur dan Ashar di rumah (kosan). Hal ini dapat dilakukan ketika musim semi, panas dan gugur karena harinya panjang serta Maghrib paling cepat sekitar jam 6.ย  Sehingga jam setengah 5 sampai rumah, masih bisa sholat Dzuhur dan Ashar. Lagipula jadwal kuliah tidak selalu full, sehingga ketika pulang ke kosan masih sempat sholat dzuhur. Atau kadang bisa ikut nebeng sholat di tempat teman yang kosannya dekat dengan kampus. Namun ketika Awal musim semi, Musim dingin dan Akhir musim gugur. Maghrib sudah dimulai sekitar jam 5 sore, sehingga tidak akan mungkin sempat jika ingin sholat di rumah. Saat itulah (sekitar pertengahan agustus), aku dapat info dari teman bahwa ternyata ada tempat untuk sholat di WUR. Lokasinya di silent room di Gedung Radix. Dan ternyata untuk mencapai ke tempat sholat di gedung itu, kita mesti tapping dulu kartu mahasiswa kita, sehingga agak sulit ditemukan oleh umum. Walaupun kecil, silent room tsb cukup komplit karena didepannya terdapat keran air yang dapat digunakan untuk Wudhu. Namun sayangnya ruangan di bagian depan silent room adalah tempat penyimpanan barang-barang janitor, sehingga agak berantakan. Tempat ini sering digunakan oleh mahasiswa muslim Indonesia, Malaysia, Turki dll. Pada intinya disinilah kita bisa ketemu teman-teman sesama muslim..hehe. Selain di Radix, lokasi tempat sholat lain yang aku tahu terdapat di Gedung Orion, gedung 8 lantai tempat kuliah dan lab.

Nah lalu apakah ada masjid di desa Wageningen? Jawabannya….ada…tapi…kecil? Karena ketika saya disana tahun 2014-2016, masjidnya merupakan ruangan kecil di area perindustrian dekat sungai di area Nude. Masjid ini tidak terlihat seperti masjid dari luar sehingga aku tidak akan pernah menyadarinya seandainya tidak ada yang menunjukkan jalan kepadaku. Masjid ini terdiri dari 2 ruangan. Yang satu ada dibawah untuk wanita, sedangkan yang pria berlokasi di atas. Kita tidak dapat melihat imam secara langsung. Adzan dikumandangkan hanya didalam ruangan masjid saja. Begitu pula untuk bacaan sholat. Kita hanya bisa mendengarkan dari speaker yang ada di masing-masing ruangan saja. Dan secara umum sepertinya masjid tersebut hanya digunakan ketika jumatan atau acara-acara keagamaan seperti idul fitri dan idul adha saja. Aku hanya pernah sholat di masjid itu ketika Idul Adha tahun 2015-2016.

Sepengalamanku, aku hanya pernah berkunjung ke beberapa masjid saja selama di Eropa. Hal ini dikarenakan posisinya yang biasannya terletak di pinggiran kota sehingga agak sulit dicapai..atau karena masjid yang aku temukan bukan untuk umum melainkan hanya untuk golongan tertentu (misal, islam Turki) sehingga masjidnya dikunci. Para jamaah hanya dapat mengunjungi masjid pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. Masjid yang pernah aku kunjungi:

  1. Masjid di Wageningen (Sholat Idul Adha 2015 dan 2016)
  2. Masjid Indonesia di Den Haag (Sholat Idul Adha 2014)
  3. Masjid di China Town Den Haag -Mescidi Aksa? (Sholat Dzuhur dan kayaknya aku salah malah sholat di tempat yang untuk cowok..haha. Bingung sih ngga ada petunjuknya).
  4. Masjid di Groeningen (Sholat Idul Fitri 2016, lebaran pertama ngga sama keluarga di Bandung)
  5. Grande Mosquee de Paris (Sholat ketika lagi di Paris setelah nungguin yang cowok-cowok selesai jumatan pas Libur Paskah 2015)
  6. Islamic Center of Vienna (Sholat ketika lagi Winter Trip tahun 2014)

Kadang masjidnya keliatan kosong banget-banget dan kayak ngga ada yang nungguin. Biasanya lokasi sholat untuk yang cewek susah dijangkau karena ada di ruangan lain yang lebih jauh daripada tempat sholat utama, atau berlokasi diatas (seperti di islamic Center Vienna yang entah gimana seinget aku sih yang cewek-cewek mesti melalui tangga gelap dulu sebelum mencapai ruang sholat diatas). Dan biasanya tempat wudhu atau tempat naro sepatunya agak ngga jelas gitu..hahaha.

Nah seperti dilihat diatas, pengalaman untuk bisa sempet sholat Ied di Masjid Indonesia di Den Haag lumayan looh, kita mesti pagi buta ngejer kereta subuh buat ke lokasi masjid. Belum lagi mesti naik trem kalau pas di Den Haag. Lalu kadang bentuknya tidak terlihat seperti masjid, jadi aku lebih sering ke masjid bareng-bareng daripada nyasar.

Ketika sedang melakukan perjalanan, seperti ketika aku dan 7 orang teman yang lain sedang melakukan winter trip, alhamdulillah bisa menemukan satu masjid ketika kita sedang berada di Vienna. Tapi di kota lain, susah sekali untuk menemukan masjid ataupun tempat sholat. Jadi apa yang kami lakukan?

  1. Ketika sedang berkunjung di Budapest, kita sholat di lantai atas toko Ghoulas yang kebetulan memang kosong dan memiliki toilet dengan air yang masih berfungsi. Tapi karena itu ruangan darurat yang sebenarnya terbengkalai, jadi karpetnya berdebu. Karena kondisi kami sedang dalam perjalanan winter trip (susah mau pakai mukena karena sedang memakai mantel atau jaket tebal), jadi sholat dengan menutupi rambut dengan syal..
  2. Ketika sedang berkunjung ke istana Sisi, kami sholat di pojokan yang tidak terlewati orang-orang. Sebelumnya kita wudhu di toilet dan menaikkan kaki ke wastafel untuk Wudhu, disitu orang-orang melihat kita dengan pandangan aneh..haha). Cara sholatnya juga sama..menggunakan ntah alas apa untuk tempat sujud (sepertinya topi kita masing-masing) menggunakan mantel, sarung tangan dan baju komplit lalu kepala yang ditutupi dengan selendang pashmina aku, Achan dan 2 teman sholat berjamaan dipojokan itu.. (cukup was-was juga karena takut diusir petugas keamanan). Belum lagi kondisinya dingin karena posisinya memang cukup outdoor.
  3. Di negara lain (Prague, Dresden dan Berlin), alhamdulillahnya masih sempat untuk sholat di Hostel.

Ketika di Paris, aku melakukan sholat sambil duduk untuk pertama kalinya..haha (Karena waktu itu aku belum dihijab jadi aku selalu menggunakan pashmina untuk penutup kepala). Apa boleh buat, mencari tempat untuk sholat sangat sulit, sehingga akhirnya sholat dilakukan ketika sedang dalam perjalanan. Pertama aku dan teman-teman tayamum, lalu kami mencari kursi dan sholat bergantian (yang satu duduk untuk sholat, sedangkan teman yang lain menjaga lalu kita sholat bergantian. Kadang aku melakukan sholat di transportasi umum (Aku lakukan ketika ke Barcelona ataupun ke Swiss, karena itu aku mesti selalu bawa pashmina apapun musimnya), atau menggunakan jaket dengan tudung kepala. Pokoknya sholat dilakukan meskipun kalau dipikir-pikir lagi sangat banyak kekurangannya.

Yah pokoknya cukup banyak sih tantangan yang ditemukan untuk sholat di Eropa. Apa boleh buat, islam adalah agama minoritas disana sehingga sulit sekali untuk menemukan fasilitasnya.

 

Tahun 2018??!

Standard

Aku baru sadar kalo udah lama banget enggak update blog lagi, dan ternyata sekarang udah bulan September 2018 lagi ( berarti udah hampir 1 tahun sejak kemarin terakhir update blog).

Kalau mau tahu apakah aku keterima jadi dosen? ckckck..sayangnya aku belum beruntung hahaha. Aku masih di Ditbang ITB dan sepertinya proyek-proyek yang tahun ini juga agak jarang ke lapangan karena kebanyakan lebih ke arah membuat perizinan, seperti pembuatan dokumen ukl-upl untuk syarat izin lingkungan dll. hiks..

Lalu rasanya baru kemarin ikutan seleksi CPNS, tiba-tiba sudah hampir pendaftaran CPNS tahun 2018. Waktu itu cepat sekali berlalu ya..benar-benar mengerikan.

Rasanya tahun ini aku kayak tidak melakukan banyak perubahan…Oh!

Ada denk, aku akhirnya berhasil mengunjungi negeri sakura untuk liburan (hehehe) dan Alhamdulillah setelah lebaran aku mulai mengenakan hijab. Semoga istiqomah..aamiin.

Apa yaa yang mesti aku update tentang tahun ini? ๐Ÿ˜›